::. NEWS
Bagaimana Mencegah Kanker?    Bookmark and Share

Sampai kini penyakit kanker masih menjadi momok paling menakutkan. Buktinya jumlah penderita kanker makin bertambah dari tahun ke tahun. Selain faktor pencemaran lingkungan, gaya hidup yang bikin stres, juga karena unsur bahan tambahan makanan yang makin marak dipakai di banyak negara termasuk di Indonesia.

Konsumsi makanan salah gizi sangat berpeluang menyebabkan kanker yang harus diwaspadai. Kesibukan beraktivitas dan terbatasnya waktu untuk menyiapkan makanan sendiri, membuat banyak orang "makan di luar" alias jajan. Secara tak langsung menjadi "pintu pembuka" tubuh terancam serangan senyawa radikal bebas yang terus bertumpuk dari waktu ke waktu.

Rendahnya asupan makanan kaya serat dan segar disertai banyak mengonsumsi makanan gorengan atau makanan olahan ikut menjadi pemicu terjadinya perubahan pada DNA tubuh.

Kanker terjadi akibat perubahan yang terjadi pada sel-sel DNA yaitu "blueprint" genetik. Perubahan ini bisa saja diwariskan dari orangtua, tapi juga ada yang terjadi karena pengaruh faktor lingkungan.

Zat dan paparan yang bisa memicu kanker sering disebut karsinogen. Meski karsinogen tidak berdampak langsung kepada DNA, tapi memicu kanker dengan cara lain. Misalnya menyebabkan sel-sel jumlahnya meningkat lebih cepat dari kadar normal yang ujungnya menyebabkan terjadi perubahan DNA atau mutasi. Artinya kanker bukanlah penyakit yang muncul tiba-tiba. Butuh waktu bertahun-tahun untuk kemudian diketahui Anda mengidap kanker.

Untuk mencegah dan menumpas kanker bisa diupayakan dengan cara membatasi konsumsi makanan sumber radikal bebas. Sebaliknya tingkatkan asupan makanan kaya antioksidan penumpas kanker diimbangi pula dengan makanan kaya gizi untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Makanan gorengan ditengarai menjadi ladang subur biang kanker. Minyak yang dipakai menggoreng berkali-kali diyakini mengandung senyawa hidrogen peroksida (senyawa radikal bebas aktif yang amat kuat).

Bahan tambahan makanan (food additives)seperti pemanis buatan, boraks, pewarna makanan atau pengawet makanan juga diduga kuat memicu kanker.

Hasil kajian Gladys Block, PhD, peneliti kanker dari University of California, Berkeley, AS, menyatakan bahwa konsumsi sayuran dan buah dalam jumlah banyak dan rutin setiap hari bisa menurunkan risiko kanker sampai 50 persen.

Beruntunglah Indonesia memiliki makanan kaya antioksidan seperti tempe. Hasil olahan kedelai ini ternyata mengandung senyawa phytokimia anti kanker yaitu genistein, daidzen, asam fitat, saponin, fitosterol, asam lesitin sebagai langkah nyata menumpas sel-sel kanker. Selain tempe, Anda juga bisa minum susu kedelai sebagai langkah siaga melawan kanker!.
   Bookmark and Share
(Sumber: Redaksi, 28-10-2011 )


kembali ke depan | komentar (0)



Pentingnya Keluarga. Keluarga adalah sarana pendukung untuk meningkatkan ketakwaan, bukan sekadar amanah dan tanggung jawab. Keluarga menjadi modal dan motivator dalam menghadapi berbagai persoalan. Karena itu untuk meraihnya harus ikhlas, ikhtiar, tawakal. Kesuksesan akan mengikutinya. Kumpulan Hikmah dan Motivasi. »» klik disini  Bookmark and Share


MAPS SOLUSI JITU . Belajar MAPS ngga pake ribet. Bisa dilakukan sama yang GAPTEK. Akan diajari membuat bisnis internet, membangun toko online dengan pasif income 24 jam sehari, 365 hari terus menerus MAPS SOLUSI JITU . »» klik disini


» Mengenali Gejala Pre-Diabetes.
» Cegah Stroke Dengan Tomat.
» The Power of Kawaii.
» Mendatangkan Income dengan MAPS.
» Membangun Kesadaran Berkontrasepsi.
» Aishwarya Rai Bachan Jadi Duta PBB Untuk HIV.
» Yogurt Rendah Kalori Cegah Hipertensi.
» Untuk yang GAPTEK di RWP Saja.
» Apa sih MAPS itu.
» Hobi Bisa Mendatangkan Duit.
» Beckham Siapkan Sarapan untuk Buah hatinya.
» Langsing Dengan Ekstrak Biji Kopi.
» Infant Warmer Penyelamat Bayi Prematur.
» Ingin Langsing Cobalah Sarapan Telur.




Copyright (c) 2007 Ottorita Swaniaga 

web stats
  View My Stats


Cheap Cigarettes Online Free Shipping - Buy Now!