::. PARENTING
Rasanya baru kemarin    Bookmark and Share

Rasanya baru saja kemarin bunda berada di sini. Seperti biasanya bunda membuatkan penganan kesukaanku. Bola-bola ubi berisi unti. Penganan yang juga digemari kakak dan ketiga adikku. Ibu sangat pandai mengolah hasil kebun di halaman rumah menjadi sajian lezat. Gulai daun singkong, serundeng kelapa, atau bola ubi dan combro.

Rasanya baru kemarin bunda berada di sini. Saat kaki kecilku meniti jembatan menuju warung membawa telur ayam peliharaan kami. Untuk ditukar dengan terigu dan minyak goreng. Sehingga hari itu kami bisa menikmati roti goreng buatan bunda.

Rasanya baru kemarin bunda berada di sini. Saat sarung dan mukenanya baru saja dilipat usai solat subuh. Menyiapkan sarapan hangat untuk ayah dan kami berlima, anak-anaknya. Singkong urap bertabur gula merah dan segelas teh hangat. Cukup untuk mengganjal perut kami sampai saat siang pulang sekolah.

Rasanya baru kemarin bunda berada di sini. Saat senyum ikhlasnya melepasku pergi kuliah jauh di luar kota. Usap lembut tangannya dan ucap doa tulusnya amat meresap di kalbu. Menenangkan jiwa. Dan hari-hari pun berlalu merindu untuk segera kembali menemuinya. Mendengarkan lantunan indah suaranya saat mengaji. Menyejukkan hati.

Rasanya baru kemarin bunda berada di sini. Saat wejangannya melepasku tertambat ke haribaan belahan jiwa, suamiku. Dekap hangat dadanya dan isak harunya yang lirih melepasku ke pelaminan.

Rasanya baru kemarin bunda berada di sini. Saat menyambut kelahiran cucu pertamanya. Gelak tawa suaranya yang renyah dan candanya menyeruak ke seluruh ruang kalbu. Hari-hari penuh suka cita kala menyaksikan cucunya bertambah lagi dan lagi.

Rasanya baru kemarin bunda berada di sini. Saat kami menemanimu terbaring lemah. Suara ceriamu meredup, rona wajahmu makin kuyu. Mana semangatmu, bunda. Ayolah sembuh, bunda. Kami rindu nyanyianmu. Kami rindu penganan buatan tanganmu. Kami rindu dekapanmu. Kami rindu marahmu yang lembut dan santun

Namun..... Kuasa Tuhan Tak Dapat Kami Tentang.


Rasanya baru kemarin bunda berada di sini..

Bunda dalam kenangan.

yulia s madjid .
   Bookmark and Share
(Sumber: blogger, 01-02-2012 )


kembali ke depan | komentar (0)



Pentingnya Keluarga. Keluarga adalah sarana pendukung untuk meningkatkan ketakwaan, bukan sekadar amanah dan tanggung jawab. Keluarga menjadi modal dan motivator dalam menghadapi berbagai persoalan. Karena itu untuk meraihnya harus ikhlas, ikhtiar, tawakal. Kesuksesan akan mengikutinya. Kumpulan Hikmah dan Motivasi. »» klik disini  Bookmark and Share


MAPS SOLUSI JITU . Belajar MAPS ngga pake ribet. Bisa dilakukan sama yang GAPTEK. Akan diajari membuat bisnis internet, membangun toko online dengan pasif income 24 jam sehari, 365 hari terus menerus MAPS SOLUSI JITU . »» klik disini


» Mengenali Gejala Pre-Diabetes.
» Cegah Stroke Dengan Tomat.
» The Power of Kawaii.
» Mendatangkan Income dengan MAPS.
» Membangun Kesadaran Berkontrasepsi.
» Aishwarya Rai Bachan Jadi Duta PBB Untuk HIV.
» Yogurt Rendah Kalori Cegah Hipertensi.
» Untuk yang GAPTEK di RWP Saja.
» Apa sih MAPS itu.
» Hobi Bisa Mendatangkan Duit.
» Beckham Siapkan Sarapan untuk Buah hatinya.
» Langsing Dengan Ekstrak Biji Kopi.
» Infant Warmer Penyelamat Bayi Prematur.
» Ingin Langsing Cobalah Sarapan Telur.




Copyright (c) 2007 Ottorita Swaniaga 

web stats
  View My Stats


Cheap Cigarettes Online Free Shipping - Buy Now!