::.
HEALTH
Kualitas Tidur Tingkatkan Kecerdasan Anak
Ingin anak cerdas berkualitas? Cukupilah waktu tidurnya di malam hari. Hasil kajian Associated Professional Sleep Societies menyebutkan, jumlah jam tidur anak-anak <11 jam berbanding lurus dengan menurunnya prestasi. Yang ditekankan oleh para ilmuwan adalah jadwal tidur malam yang tepat waktu secara konsisten untuk menjamin anak cukup tidur dan nyenyak.
Dalam kondisi tidur delta, kelenjar pituitari akan mengeluarkan hormon pertumbuhan. Kelenjar pituitari ini bertanggung jawab untuk mengatur pertumbuhan, metabolisme dan pematangan. Yang dimaksud dengan tidur delta adalah tahapan tidur paling nyenyak tidak disertai mimpi.
Hormon pertumbuhan ini akan merangsang pertumbuhan dan perkembangan serta memperbaiki jaringan tubuh. Khususnya pada usia anak-anak dan remaja. Karena itulah penting sekali memperhatikan mutu tidur mereka supaya tidak terganggu agar pertumbuhan dan pematangan dapat berjalan maksimal.
Tidur yang nyenyak juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh dari gangguan infeksi. Makanya tidak heran jika anak atau bahkan orang dewasa sekalipun jika kurang tidur akan mudah jatuh sakit atau kurang bugar. Akibatnya jika kurang tidur terus menerus terjadi dapat menurunkan prestasi belajar anak, bagi orang dewasa juga bisa mengganggu produktivitas kerja sehari-hari. Tak heran, porsi tidur yang cukup juga membantu pemulihan kesehatan, jika seseorang jatuh sakit.
Mengapa kecukupan tidur penting bagi kinerja dan kecerdasan seseorang? Secara mudahnya, ketika tertidur, posisi seseorang berbaring lurus memudahkan darah lancar mengalir ke otak. Selain itu menurut ilmuwan, dalam keadaan tidur, otak mengganti, memodifikasi, dan meningkatkan ingatan sesuai dengan keperluan. Ibarat batere yang sudah hampir habis dan memerlukan di "charge" maka tubuh akan segar kembali setelah bangun tidur dan siap kembali beraktivitas.
berbagai sumber/foto: http://www.doctortipster.com/8355
.
(Sumber:
Redaksi, 09-03-2012 )
|
The information on this Web site is designed for educational purposes only. It is not intended to be a substitute for informed medical advice or care. You should not use this information to diagnose or treat any health problems or illnesses without consulting your pediatrician or family doctor. Please consult a doctor with any questions or concerns you might have regarding your or your child's condition.
|
kembali ke depan | komentar (0)
|