|
::.
HEALTH
Eating for Two?.... Not True
Makan untuk dua orang selama ini diyakini benar oleh kebanyakan ibu hamil. Pasalnya, setiap calon ibu ingin bayinya sehat dan tumbuh kembang sempurna. Tapi ternyata pernyataan "Makan untuk dua orang" itu cuma mitos. Setidaknya begitu kata Panduan HealthServices. Lho, lantas bagaimana yang benar?
Calon ibu sebenarnya tak perlu terlalu banyak minum susu "full-fat" atau mengubah pola makan secara drastis. Maksudnya sampai usia kehamilan enam bulan calon ibu hanya membutuhkan tambahan 200-300 kalori saja dari kebutuhan wanita normal. Jadi kalau kebutuhan normal 1500 kalori, maka selama hamil perlu 1700-1800 kalori.
Tentu saja hal ini tidak berlaku jika Anda termasuk calon ibu yang terlalu kurus sebelum hamil. Begitu juga dengan mereka yang sudah obesitas sebelum hamil. Sebaiknya bagi yang terlampau kurus atau terlampau gemuk, pengaturan makan dikonsultasikan pada ahli gizi.
Bahkan selama trimester kedua dan trimester terakhir, seorang ibu sebenarnya hanya memerlukan tambahan 200 kalori, setara dengan sepotong roti sandwich saja.
Panduan ini perl diberikan karena dikhawatirkan ibu yang sudah terbiasa dengan mitos "Eat For Two" akan berdampak ibu menderita obesitas ataupun menderita diabetes selama kehamilan dan menjadi faktor penyulit saat akan melahirkan.
Panduan ini dikeluarkan oleh The National Institute for Health and Clinical Excellence (NICE)agar calon ibu tetap memperoleh nutrisi yang lengkap namun tidak menyebabkan kegemukan atau bermasalah dengan berat badannya sendiri.
Professor Mike Kelly, Director of the Centre for Public Health Excellence NICE, mengatakan: "Banyak calon ibu selama ini memperoleh informasi yang suka bertentangan, antara kebutuhan nutrisi dan kalori berlebih. Sementara mereka kurang mendapat informasi aktivitas fisik seperti apa yang harus mereka lakukan selama kehamilan dan pasca melahirkan, agar berat badan tetap berimbang dan kondisinya sehat."
Intinya calon ibu memerlukan makanan bergizi tinggi untuk kesehatannya sendiri dan juga agar tumbuhkembang janin dalam kandungan dapat maksimal. Namun begitu bukan berarti ibu boleh makan apa saja tanpa batas. Yang penting sesuai dengan Pedoman Umum Gizi seimbang, dan sesuai dengan prioritas selama hamil dan pascamelahirkan.
Banyak calon ibu obesitas yang bisa melahirkan bayi sehat dan normal namun mengalami kesulitan menurunkan berat badan tatkala BMI sudah diatas 30. Padahal kondisi ibu pasca melahirkan tentunya akan mudah lelah karena harus merawat bayinya setidaknya selama sebulan pertama kehidupan si kecil.
Jadi ibu yang sudha terlanjur kegemukan, setelah melahirkan sebaiknya baru memikirkan bagaimana memulai olahraga setelah bayinya berusia dua bulan. Artinya tubuh ibu sudah siap untuk beraktivitas lebih banyak selain merawat dan menyusui bayinya.
The Royal College of Obstetricians and Gynaecologists merekomendasikan kenaikan berat badan selama kehamilan 10-13kg. Rosie Dodds dari the National Childbirth Trust berkata: "Banyak ibu yang berubah pola makannya selama hamil padahal kebiasaan ini akan menjadi cermin pola makan keluarganya di kelak kemudian hari."
Namun demikian bagi mereka yang berpendapatan menengah ke bawah, masih banyak ditemukan ibu yang lebih banyak mengonsumsi sayur, buah-buahan serta sedikit protein yang berasal dari nabati. Padahal kebutuhan ibu hamil terhadap protein yang berasal dari daging sapi/unggas penting pula diperhatikan agar perkembangan janin dapat optimal.
(source : dailymail.co.uk)
.
(Sumber:
redaksi, 22-02-2010 )
|
The information on this Web site is designed for educational purposes only. It is not intended to be a substitute for informed medical advice or care. You should not use this information to diagnose or treat any health problems or illnesses without consulting your pediatrician or family doctor. Please consult a doctor with any questions or concerns you might have regarding your or your child's condition.
|
|